Lika Liku mengapai keindahan Curug Leuwi Lieuk

Ketika mendengar orang berbicara tentang daerah Sentul Bogor, yang ada dibenak kita pertama kali adalah sirkuitnya yang terkenal, merupakan kawasan elit dengan berbagai fasilitas mewah. Ternyata, dibalik kemewahan tersebut ada hal lebih mewah dan lebih menarik untuk para penikmat alam, yaitu keindahan Curug atau Air Terjun, Curug Leuwi Hejo, wisata alam ini tepatnya berada di Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor.

2 Mei 2015, Sabtu pagi menjelang siang, pukul 11:00 WIB, saya bersama 5 orang teman “Sahabat Petualang” (Simon, Uti, Oboy, Fadli dan Vira) dengan menggunakan sepeda motor, berangkat dari Depok  II dan janjian dengan 2 teman lainnya Oji dan Irma di Cibinong, dengan Rute Simpangan Depok – Cibinong – Sentul City – Desa Karang Tengah. Hati-hati untuk para pengendara motor yang akan melewati akses jalan alternatif menuju Sentul City, karena jalanan tidak selalu mulus, jarak jarak dengan kendaraan besar atau roda empat, untuk menghindari lubang yang kemungkinan tertutup oleh kendaraan didepan,  konsentrasi dalam berkendara dan kondisi kendaraan yang baik sangat penting untuk dipersiapkan.

Memasuki kawasan Sentul City kami disuguhkan oleh pemandangan perumahan dan fasilitas publik yang mewah, udara yang segar dengan jalanan yang lancar dan mulus. Jangan sampai terlena, setelah menemui pintu Gerbang Jungleland, ambil arah kanan, kami menemui kembali jalanan rusak, berlubang, berdebu jangan lupa gunakan masker dan helm half/full face. Kemudian mulai masuk ke pedesaan dengan pemandangan rumah penduduk yang asri dan sederhana, namun lagi-lagi tidak sesederhana jalanan yang kami lalui, jalan dengan kombinasi, tanjakan tajam berkerikil, tanjakan dan tikungan, turunan tajam berkerikil, ini cukup membuat jantung berdegub kencang dan pegangan pada badan motor untuk yang diboncengi semakin erat, Pastikan rem kendaraan anda berfungsi sangat baik !. Belum selesai sampai disitu, pada setengah perjalanan kami harus melewati sebuah jembatan yang beralaskan susunan kayu-kayu dan ada beberapa yang renggang, jika dipijak kayu-kayu akan bergoyang, dibawah jembatan ini terdapat aliran sungai yang cukup deras saat itu dan bebatuan cukup besar. Jangan khawatir, melajulah dengan hati-hati, berdoa dan atas izin-Nya dapat melewati jembatan ini dengan aman.  Alhamdulillah… selepas dari jembatan masih melalui berbagai lika liku jalanan, belum lagi disepanjang jalan setiap 100 meter (kira-kira) ada banyak para “Pak Ogah” yang memberhentikan para pengendara yang lewat, mungkin dengan maksud meminta sumbangan untuk perbaikan jalan. Positip thinking guys 😀

pembangunan-jembatan-babakan-madang-bogor-terhenti_20150325_195724
Penampakan Jembatan Babakan Madang (Sumber: Google/Tribunnews.com)

Akhirnya, setelah 2 jam perjalanan, tiba di lokasi wisata, dengan membayar Rp. 2000 /orang di pintu masuk, kami dapat menuju parkiran, lalu di lokasi parkir membayar kembali Rp. 5000 /motor. Dari lokasi parkir kami harus berjalan kurang lebih 15 menit untuk sampai ke Curug Leuwi Hejo. Sebelum masuk ke Curug kami membayar kembali Rp. 12000 /orang untuk tiket masuk Curug Leuwi Hejo dan Curug Barong. Namun, menurut teman kami yang sudah pernah datang, ada curug yang lebih menarik lagi diatas, yaitu Curug Leuwi Cepeut dan Curug Leuwi Lieuk. Melihat kondisi parkiran yang cukup ramai, dan lokasi Curug Leuwi Hejo yang cukup sempit, kami sepakat untuk naik keatas, menuju Curug Leuwi Lieuk.

DSCN4415
Pembayaran Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo. (si abang eksis bener :D)

Untuk menuju lokasi kami harus sedikit trekking kurang lebih 1 jam. Setelah menanjak, kami menemui sebuah gubuk yang juga merupakan pos pintu masuk Curug Leuwi Lieuk, disini kami membayar kembali Rp. 5000 /orang untuk masuk ke lokasi.Jalur selanjutnya menurun hingga sampai ke aliran Curug, ada dua alternatif untuk menuju Curug Leuwi Lieuk dari sini, pertama, menanjak kembali melewati pepohonan, jalan akan lebih memutar dengan jarak cukup jauh. Kedua, mengikuti aliran air yang cukup deras dan dalam. Kami memilih opsi kedua, dengan pertimbangan menghemat waktu dan ingin menikmati sensasi berjalan melawan arus. 😀 Setelah berjibaku dengan arus air, kami sedikit berjalan kembali melewati bebatuan besar untuk sampai ke tujuan.

Alhamdulillah.. Tibalah kami di Curug Leuwi Lieuk atau sering disebut-sebut ‘Green Canyon Bogor’, air di Curug ini sangat bening, jika dilihat dari atas berwarna hijau. Pada saat itu tidak terlalu ramai pengunjung yang mampir disana, mungkin karena sudah hampir sore, beberapa pengunjung bahkan bersiap untuk pulang. Di Curug Leuwi Lieuk tidak ada air terjun yang tinggi seperti curug lainnya, namun kami bisa merasakan sensasi menikmati curug ini dengan melompat dari pinggir tebing dengan tinggi kurang lebih 2 meter dari permukaan air saat itu, namun ingat ! hanya untuk yang bisa berenang karena kedalaman air tidak diketahui, karena saya sendiri tidak dapat menemukan dasar curug (karena air berwarna hijau, dasarnya tidak terlihat).

Keindahan Curug dan aksi melompat dari tebing dapat disaksikan pada video dibawah ini yiihaaa!! 😀

Setelah puas bermain air dan kedinginan, rasa lapar mulai membayangi perut kami, dengan cemilan seadanya kami makan bersama. Waktu menunjukan pukul 4 sore, kami bersiap untuk turun, dengan pakaian masih basah, karena tidak tersedia toilet umum untuk berganti pakaian. Kami berjalan melalui jalur yang sama, namun melewati arus deras tadi kali ini lebih menyenangkan karena bisa berenang dengan didorong oleh arus. 😀

IMG-20150503-WA0015
Wefieee !!

Pukul 17.00 WIB, tiba kembali dipelataran parkir, disini tersedia 2 toilet umum (Rp. 2000), kami bergantian bersih-bersih, teman lain yang sedang menunggu giliran memberi kabar bahwa 4 orang teman kami yang lain (Bangor, Maya, Ibot, Wanda) ternyata menyusul dan meminta kami untuk menunggu agar bisa pulang bersama, selama trekking kami semua tidak sempat membuka handphone, bahkan pada saat di curug kami kehilangan sinyal, jadi kabar yang kami terima terlambat. Setelah semua bersih-bersih, sambil menunggu kami makan lagi dengan makanan yang lebih menghangatkan dan mengenyangkan sementara tentunya disalah satu warung yang ada disana, Oji dan Irma berpamitan untuk pulang duluan.

Adzan Maghrib berkumandang namun yang ditunggu belum kelihatan juga, karena kami khawatir maka Oboy dan Simon menjemput mereka. Semakin malam, semakin dingin, semakin banyak nyamuk dan turunlah hujan rintik-rintik. Akhirnya yang ditunggu datang juga, kami segera bergegas untuk pulang sebelum terjebak hujan deras, dan pulang semakin malam. Berkendara melewati jalanan rusak dimalam hari membuat kami harus lebih berhati-hati lagi, belum lagi satu motor bermasalah, tidak dapat menanjak dengan mulus, sehingga penumpang dibelakangnya harus turun terlebih dahulu.

Alhamdulillah semua bisa teratasi, setelah melewati Sentul City kami makan malam terlebih dahulu disalahsatu warung tenda nasi uduk, sambil makan, bercerita, dan berbagi foto. nah loh gimana tuh? disela-sela perbincangan tercetus obrolan untuk mampir ke rumah Oji di daerah Cibinong, dan semua setuju, luar biasa memang orang-orang ini :D. Selesai makan kami berangkat kembali menuju Cibinong, waktu menunjukkan pukul 9 malam. 30 menit saja kami mampir di rumah Oji, badan sudah lelah, mata tidak mau kalah, kami pun kembali ke rumah. 

Hidup memang tidak selalu sesuai rencana kita, namun percayalah Allah selalu mempersiapkan rencana terbaik-Nya untuk kita.

Galeri Curug Leuwi Lieuk

Curug Leuwi Hejo – Curug Leuwi Lieuk – 2 Mei 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s